Solok – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Solok (BKD) memperkenalkan inovasi dalam pengumpulan informasi pajak daerah dengan membangun sistem berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pendataan perpajakan khususnya di bidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta memudahkan pemantauan urusan perpajakan di seluruh Kabupaten Solok.
Dengan menggunakan teknologi GIS, setiap item pajak dapat dicatat secara spasial dan disusun menjadi peta digital. Sistem ini memungkinkan otoritas pajak untuk memetakan kawasan properti secara lebih akurat dan mengidentifikasi kawasan yang berpotensi pajak tinggi atau kawasan dengan tingkat kepatuhan pajak rendah. Selain itu, GIS juga memberikan gambaran yang jelas mengenai sebaran objek pajak yang tidak tercatat atau memerlukan informasi terkini.
Kepala BKD Kabupaten Solok Indra Gusnadi, SE, M.SI mengatakan, pemanfaatan GIS dalam pengumpulan data perpajakan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan meningkatkan akurasi data.
Indra mengatakan, “Sistem GIS akan membantu kita memastikan seluruh urusan perpajakan di Kabupaten Solok terpantau dan memberikan masukan yang tepat. Selain itu juga akan mempercepat pengambilan keputusan kebijakan perpajakan daerah.”
Ia juga mencontohkan, dengan data berbasis GIS, pemerintah daerah dapat memantau langsung sebaran item pajak dan mengidentifikasi daerah-daerah yang memerlukan perhatian khusus. Hal ini juga berguna dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas administrasi perpajakan daerah, karena data yang dihasilkan bersifat real-time dan dapat diakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
Selain itu, SIG bagian utama mencakup informasi data spasial yang berkaitan dengan letak geografis, seperti koordinat, batas spasial dan peta serta informasi yang menggambarkan karakteristik data spasial seperti data pemilik tanah, jenis bangunan dan nilai properti, membuat lebih mudah mengumpulkan data dan melakukan analisis perpajakan,” jelasnya.
Program tersebut rencananya akan terintegrasi dengan aplikasi perpajakan lainnya, seperti ClickSPPTSolok sehingga memudahkan masyarakat dalam mengecek status pajaknya secara mandiri. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak tetapi juga meningkatkan pendapatan asli Daerah Kabupaten Solok (PAD).
Pemkab Solok berharap dengan adanya sistem GIS, pelayanan pajak daerah menjadi lebih efisien, transparan dan akurat, mendukung visi kota pintar berbasis teknologi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam konteks informasi, Sistem Informasi Geografis (GIS) sendiri merupakan teknologi yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan data untuk menangkap, mengelola, menganalisis, dan menampilkan informasi terkait lokasi geografis. GIS berfungsi menggabungkan data spasial dan spasial untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Indra Gusnadi, Kepala BKD Kabupaten Solok, mengatakan, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita dapat membuat database berbasis GIS sebagai alat yang sangat penting untuk meningkatkan pajak daerah.
“Jika digunakan dengan tepat, GIS tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan tetapi juga berkontribusi terhadap perencanaan dan pembangunan daerah yang lebih baik. “Penggunaan GIS memungkinkan pemerintah mengambil keputusan yang cerdas, adil, dan berbasis data, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya sebatas daftar objek pajak, perlunya analisis dan pengambilan keputusan terkait perpajakan, keuntungan besar memiliki database berbasis GIS, kata Indra Gusnadi, dapat dijadikan pedoman untuk membantu dalam perencanaan. Adalah. Daerah perkotaan dengan menganalisis infrastruktur. , transportasi dan pelayanan publik.
Selanjutnya dapat dijadikan dasar bahan pembelajaran perbaikan metode dan jaringan transportasi melalui analisis spasial, pemetaan wilayah sensitif dan fasilitasi analisis dampak lingkungan dengan pengelolaan sumber daya alam, sehingga efisiensi transportasi akan meningkat, dan penyebaran penyakit dapat diminimalkan. dipetakan. Mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi kesehatan masyarakat. (chomel)
Leave a Reply